| Eksistensialisme | Aliran filsafat abad ke-20 yang menekankan kebebasan individu, tanggung jawab, dan makna hidup yang diciptakan sendiri, bukan diwarisi dari esensi atau takdir metafisik. |
|---|---|
| Eksistensi mendahului esensi | Prinsip utama dalam eksistensialisme Sartre yang menyatakan bahwa manusia pertama-tama eksis, lalu menentukan esensinya melalui tindakan. |
| Mauvaise foi (Bad faith) | Kebohongan terhadap diri sendiri; keadaan ketika seseorang menolak kebebasannya dan berpura-pura bahwa dirinya adalah objek tetap yang tidak memiliki pilihan. |
| Être-en-soi (Being-in-itself) | Keberadaan benda atau objek yang statis dan tidak sadar. |
| Être-pour-soi (Being-for-itself) | Keberadaan manusia sebagai kesadaran yang sadar diri dan selalu berada dalam proses menjadi. |
| Dasein | Istilah dari Heidegger untuk menyebut manusia sebagai makhluk yang berada-di-dalam-dunia dan sadar akan keberadaannya sendiri. |
| Faktisitas | Kondisi-kondisi duniawi yang tidak dipilih (seperti tempat lahir, jenis kelamin, tubuh) yang menjadi latar dari kebebasan manusia. |
| Le regard (tatapan) | Konsep dari Sartre yang menyatakan bahwa keberadaan orang lain membuat kita sadar bahwa kita adalah objek dalam pandangan mereka. |
| Condamné à être libre | “Dikutuk untuk menjadi bebas”—gagasan Sartre bahwa kebebasan adalah kondisi manusia yang tak terhindarkan. |
| L'enfer, c'est les autres | “Neraka adalah orang lain”—pandangan Sartre bahwa hubungan dengan orang lain dapat menjadi sumber konflik dan ketegangan karena tatapan mereka membatasi kebebasan kita. |
Sartre, J.-P. (1943). L'Être et le Néant: Essai d'ontologie phénoménologique. Paris: Gallimard.
Sartre, J.-P. (1938). La Nausée. Paris: Gallimard.
Sartre, J.-P. (1939). Le Mur. Paris: Gallimard.
Sartre, J.-P. (1943). Les Mouches. Paris: Gallimard.
Sartre, J.-P. (1944). Huis Clos. Paris: Gallimard.
Sartre, J.-P. (1945). L'Âge de raison. Paris: Gallimard.
Sartre, J.-P. (1949). La Mort dans l'âme. Paris: Gallimard.
Sartre, J.-P. (1946). L'existentialisme est un humanisme. Paris: Éditions Nagel.
Sartre, J.-P. (1984). War Diaries: Notebooks from a Phoney War, November 1939-March 1940. London: Verso.
Heidegger, M. (1927). Sein und Zeit. Tübingen: Max Niemeyer Verlag.
Marcel, G. (1949). Etre et Avoir. Paris: Aubier.
Hitler, A. (1939). Euthanasieerlass, 1 September.
Feuerbach, L. (1850). Grundsätze der Philosophie der Zukunft.
Hobbes, T. (1651). Leviathan.
Lucretius. (1st century BCE). De Rerum Natura.